Image

Tuhan Itu Ada, Tuhan Harus Ada

Published on
·
Reading time
Dibaca 2 menit
Authors

Pendahuluan

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta'ala, Pencipta alam semesta yang telah memberikan kehidupan kepada kita. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, pembawa ajaran yang sempurna untuk memperbaiki kehidupan kita.

Pada kesempatan ini, mari kita merenungkan pertanyaan besar yang menjadi dasar pemikiran banyak orang: "Tuhan itu ada, Tuhan harus ada." Bagaimana kita bisa sampai pada kesimpulan tersebut? Melalui kajian biologi, fisika, dan alam semesta, kita menemukan jejak Tuhan dalam berbagai aspek kehidupan.


Jejak Tuhan dalam Biologi

Dalam biologi, proses awal kehidupan begitu rumit dan luar biasa:

  • Sperma bertemu ovum, membentuk zigot, kemudian berkembang menjadi morula, blastula, dan seterusnya. Setiap sel tahu tugasnya dan membentuk jaringan yang akhirnya membangun organ.
  • DNA, dengan struktur double helix-nya, menyimpan informasi yang jika ditulis dalam buku dapat mencapai hingga miliaran halaman.
  • Namun, meski kita memahami prosesnya, mereplikasi kehidupan dari bahan mati tetap mustahil. Bahkan organisme sederhana seperti amoeba sulit direproduksi.

Fenomena ini menunjukkan keteraturan dan desain yang luar biasa dalam kehidupan, sesuatu yang jauh di luar kemampuan manusia untuk menciptakan sesuatu yang hidup.


Jejak Tuhan dalam Fisika

Fisika membawa kita lebih jauh, ke asal-usul alam semesta:

  • Teori Big Bang: Alam semesta yang memuai seperti balon memberikan gambaran bahwa semua bermula dari satu titik kecil dengan massa tak terhingga dan volume mendekati nol.
  • Kecepatan Pemuaian: Dalam teori astronomi, jika kecepatan pemuaian alam semesta berubah sepersepuluh pangkat 18 saja, kehidupan seperti yang kita kenal tidak akan ada.

Perhitungan probabilitas oleh ilmuwan seperti Roger Penrose menyatakan kemungkinan alam semesta terjadi secara kebetulan adalah 1 : 10ⁱ¹²³, angka yang lebih dari sekadar mustahil.


Tuhan Itu Ada

Kesimpulan sederhana yang kita dapatkan adalah: Tuhan harus ada. Kebetulan tidak dapat menjelaskan keteraturan luar biasa dalam kehidupan dan alam semesta. Bahkan para ilmuwan yang menolak keberadaan Tuhan sering kali terhenti pada gagasan tentang entitas mahahebat yang melampaui ruang, waktu, dan hukum fisika.

Dalam Al-Qur'an, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu benar." (QS. Fussilat: 53)


Kesimpulan

Pemikiran kritis membantu kita melihat tanda-tanda keberadaan Tuhan dalam diri kita dan alam semesta. Kita hanya perlu membuka mata hati untuk merenungi bukti-bukti ini. Bagi mereka yang menolak adanya Tuhan, sering kali bukan karena kurangnya bukti, melainkan karena pilihan untuk mengingkari.

Semoga refleksi ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.


Galaksi yang indah menggambarkan kebesaran Tuhan, MasyaAllah 😇🤲 Galaksi yang indah menggambarkan kebesaran Tuhan


Wallahu a'lam bishawab.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.